Sosialisasi Penerangan Hukum “Jaksa Masuk Sekolah” di SMA Negeri 4 Palu

PALU – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah bersama dengan Tim dari Kejaksaan Agung RI melaksanakan kegiatan sosialisasi serta pengenalan hukum di kalangan pelajar/siswa yang lebih dikenal dengan istilah Jaksa Masuk Sekolah (JMS) pada hari Selasa (24/4/2018). JMS kali ini mendatangkan Tim dari Kejaksaan Agung RI yang akan melakukan sosialisasi langsung di Kota Palu.

Kegiatan JMS dilaksanakan di gedung serbaguna SMA Negeri 4 Palu, yang didampingi oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 4 palu Syam Zaini berserta para guru SMA Negeri 4 Palu. Tim dari Kejaksaan Agung RI yang memberikan sosialisasi dan pengenalan hukum kepada pelajar/siswa yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha pada Puspenkum Kejaksaan Agung RI  Dra. Aryani Sihombing, Kepala Sub Bidang Penyuluhan Hukum Kejaksaan Agung RI I Ketut Terima Darsana, S.H., Penyusun Bahan Informasi dan Publikasi Kejaksaan Agung RI Priyanto Purwadani, S.Ikom serta  Kepala Seksi Penkum Kejaksaan Tinggi Sulteng Andi Rio, S.H., dan beberapa pegawai Kejati Sulteng.

 

Tema sosialisasi hukum kali ini adalah  “Generasi Emas sadar hukum dan taat hukum”. Ada tiga topik yang disosialisasikan pada kesempatan ini, pertama bahaya bullying dilingkungan sekolah yang dibawakan oleh Dra. Aryani Sihombing, kedua kekerasan dalam berpacaran dan penanggulangan bahaya terorisme melalui deteksi dini konten terorisme dimedia sosial yang dibawakan oleh Andi Rio, S.H., dan ketiga bahaya narkoba serta perkenalan institusi kejaksaan kepada pelajar di SMA Negeri 4 Palu yang dibawakan oleh I Ketut Terima Darsana, S.H. Sosialisasi dihadiri oleh 100 lebih siswa dan siswi SMA Negeri 4 Palu. Para pelajar mengikuti kegiatan tersebut dengan serius dan kadang-kadang diselingi oleh tawa karena pembawaan materi dikemas agar tidak membuat para pelajar menjadi bosan.

 

Harapannya melalui kegiatan ini para siswa/pelajar dapat lebih mengenal Institusi Kejaksaan dan juga  mengerti tentang bahaya bullying dan bahaya dari narkoba, serta membuat para siswa lebih sadar tentang penegakan hukum sehingga siswa tidak hanya mengetahui dan memahami tetapi juga patuh dan menaati hukum, sehingga jika nanti mereka punya posisi dan kedudukan bisa membentengi diri dari hal-hal yang bertentangan dengan hukum.